Alasan TikTok Dibanned di Amerika dan Siapa Sosok TikTok CEO Shou Zi Chew


Pendahuluan

TikTok adalah platform media sosial yang sangat populer di seluruh dunia. Namun, pada awal tahun 2020, TikTok mendapat sorotan negatif dari pemerintah Amerika Serikat, yang memutuskan untuk melarang penggunaan aplikasi ini di negara mereka. Keputusan ini ditentang oleh banyak orang, dan menjadi salah satu isu yang paling kontroversial dalam dunia teknologi pada tahun 2020.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi keputusan Amerika Serikat untuk melarang TikTok, termasuk keamanan nasional dan perlindungan data pribadi. Namun, siapa sebenarnya sosok di balik TikTok, dan apa upaya yang dilakukan untuk membalikkan keputusan pelarangan tersebut?

Dalam artikel ini, kita akan membahas alasan di balik pelarangan TikTok di Amerika Serikat dan juga akan membahas siapa sosok TikTok CEO Shou Zi Chew. Selain itu, kita juga akan membahas upaya yang dilakukan untuk memastikan keamanan data pengguna TikTok di Amerika Serikat.

Alasan Pelarangan TikTok di Amerika Serikat

Keamanan Nasional

Salah satu alasan utama pelarangan TikTok di Amerika Serikat adalah kekhawatiran tentang keamanan nasional. TikTok adalah aplikasi media sosial yang dimiliki oleh perusahaan asal China, ByteDance. Kekhawatiran muncul karena data pengguna TikTok yang dikumpulkan oleh perusahaan ByteDance dapat diserahkan kepada pemerintah China. Kekhawatiran ini sangat serius karena China telah lama dituduh melakukan spionase terhadap Amerika Serikat.

Perlindungan Data Pribadi

Selain itu, pelarangan TikTok di Amerika Serikat juga terkait dengan perlindungan data pribadi pengguna. Ada kekhawatiran bahwa data pengguna TikTok dapat disalahgunakan, dijual, atau bahkan dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini dapat menjadi ancaman serius bagi privasi pengguna TikTok di Amerika Serikat.

Siapa Sosok TikTok CEO Shou Zi Chew

Shou Zi Chew adalah CEO baru TikTok yang menggantikan Kevin Mayer pada 2021. Sebelum menjadi CEO TikTok, Shou Zi Chew bekerja sebagai Chief Financial Officer (CFO) di ByteDance. Selain itu, dia juga pernah bekerja sebagai direktur di Xiaomi, perusahaan teknologi asal China yang terkenal dengan produksi smartphone murah dengan spesifikasi yang tinggi.

Shou Zi Chew dikenal sebagai seorang yang sangat berbakat di bidang keuangan dan bisnis. Dia memiliki gelar sarjana dari Universitas Harvard dan gelar MBA dari Stanford Graduate School of Business. Sebelum bergabung dengan ByteDance dan Xiaomi, Shou Zi Chew pernah bekerja di Goldman Sachs dan DST Global.

Upaya Shou Zi Chew untuk Membalikkan Keputusan Pelarangan TikTok

Setelah pelarangan TikTok diumumkan, Shou Zi Chew mengambil tindakan untuk membalikkan keputusan tersebut. Dia berbicara dengan para politisi di Amerika Serikat dan mengajukan beberapa proposal untuk menjaga keamanan data pengguna TikTok di Amerika Serikat.

Salah satu proposal yang diajukan oleh Shou Zi Chew adalah untuk menjadikan TikTok sebagai perusahaan yang terpisah dari ByteDance. Ini akan memastikan bahwa data pengguna TikTok tidak akan diserahkan kepada pemerintah China. Selain itu, Shou Zi Chew juga menawarkan untuk membuat pusat data TikTok di Amerika Serikat, yang akan memungkinkan pengguna TikTok di Amerika Serikat untuk memiliki kontrol yang lebih besar terhadap data mereka.

Selain itu, Shou Zi Chew juga berbicara dengan beberapa investor Amerika Serikat untuk mengakuisisi TikTok dari ByteDance. Namun, upaya ini mengalami beberapa hambatan karena kekhawatiran tentang biaya dan kompleksitas transaksi.

Kesimpulan

Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa TikTok sempat dilarang di Amerika Serikat pada awal 2020 karena alasan keamanan nasional dan perlindungan data pribadi. Namun, upaya dari CEO baru TikTok, Shou Zi Chew, untuk memastikan keamanan data pengguna TikTok di Amerika Serikat membuat pelarangan tersebut menjadi kontroversi yang panjang.

Shou Zi Chew mengajukan beberapa proposal, seperti menjadikan TikTok sebagai perusahaan yang terpisah dari ByteDance dan membuat pusat data TikTok di Amerika Serikat, untuk menjaga keamanan data pengguna TikTok di Amerika Serikat. Meskipun upaya untuk membalikkan keputusan pelarangan TikTok masih terus berlangsung, kita bisa berharap bahwa keamanan data pengguna TikTok di Amerika Serikat akan terjaga dengan baik.

Dalam rangka menjaga keamanan data pribadi, pengguna TikTok di Amerika Serikat sebaiknya memastikan bahwa mereka menggunakan kata sandi yang kuat dan menghindari membagikan informasi pribadi mereka dengan pengguna lain. Selain itu, mereka juga dapat mempertimbangkan untuk menggunakan VPN untuk meningkatkan keamanan data mereka.

FAQ

  • Apakah TikTok benar-benar dilarang di Amerika Serikat?
  • Ya, pada awal 2020, mantan presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melarang TikTok di Amerika Serikat karena alasan keamanan nasional.


  • Siapa CEO baru TikTok?
  • CEO baru TikTok adalah Shou Zi Chew, yang sebelumnya bekerja sebagai Chief Financial Officer di ByteDance.


  • Apa yang dilakukan Shou Zi Chew untuk membalikkan keputusan pelarangan TikTok di Amerika Serikat?
  • Shou Zi Chew mengajukan beberapa proposal, termasuk menjadikan TikTok sebagai perusahaan yang terpisah dari ByteDance dan membuat pusat data TikTok di Amerika Serikat.


  • Apakah upaya Shou Zi Chew untuk membalikkan keputusan pelarangan TikTok berhasil?
  • Saat ini, TikTok masih tersedia di Amerika Serikat, namun upaya Shou Zi Chew untuk membalikkan keputusan pelarangan masih terus berlangsung.


  • Apa yang harus dilakukan pengguna TikTok di Amerika Serikat untuk menjaga keamanan data pribadi mereka?
  • Pengguna TikTok di Amerika Serikat sebaiknya memastikan bahwa mereka menggunakan kata sandi yang kuat dan menghindari membagikan informasi pribadi mereka dengan pengguna lain. Selain itu, mereka juga dapat mempertimbangkan untuk menggunakan VPN untuk meningkatkan keamanan data mereka.